life, travel

Ticket to ride

“Eh … gw pengen banget lho kerja dan tinggal di luar Jawa atau Sumatera” kata gw ke pacar

“Irian Jaya, Timor-timor, Kalimantan….”
“…kemana aja lah yang penting diluar pulau ini. Pengen tahu aja gimana rasanya kerja dan tinggal di daerah lain” sambung gw.

Gw lupa kapan (dan ke pacar yang mana) statement itu gw kemukakan. Yang pasti sudah lama banget.

Bukan karena pacar gw banyak sampai bisa lupa detail obrolan waktu itu. Hanya saja, tampaknya, gw sudah terlalu lama membiarkan diri terlena dengan ritme kerja (dan hidup) di Jakarta. Sampai akhirnya terlupakanlah hal yang sempat ingin dilakukan.

Tapi ternyata hidup menyisakan tiket buat gw untuk menjemput keinginan (yang sempat terlupakan) tersebut. Beberapa bulan lalu gw coba apply ke sebuah perusahaan yang berpusat di Bali, dan diterima. This is a chance of a lifetime. Now or fever…ehh never.

And, hell yes! Now I live and work in Bali. Continue reading

Standard