life

A short notes of 2009

Gw bukan tipe orang yang membuat daftar hal-hal yang harus dikejar dalam setahun. Terdengar tanpa tujuan? Ga juga! Mencoba untuk tidak ambisius dan lebih fleksibel saja, itupun kalau boleh dijadikan alasan. Niat? Gw punya kok! Tapi, ah apapun yang gw bilang pasti hanya akan terkesan sebagai alasan belaka.

F***ed up
Tahun 2009 ini benar-benar tahun yang spesial buat gw. Sebentar, buang jauh-jauh korelasi kata ’spesial’ dengan ‘kebahagiaan’ dan sejenisnya. Big NO. Justru, sejujurnya, ini tahun yang teramat istimewa beratnya buat gw. Di tahun ini lah gw benar-benar as low as hell and found myself all alone with no one really cares.

Tapi, lihat sisi positifnya: pengalaman gw mengenali orang semakin banyak, khususnya orang-orang yang akan kelihatan aslinya by the end of the day.

Everything happens/ed for a reason. Gw ingat betul penggalan lirik lagu Limp Bizkit ini. Selalu gw tanamkan di otak gw bahwa apapun yang sedang terjadi (dan yang sudah terjadi), terjadi untuk sebuah alasan. Tapi ternyata alasan (reason) saja tidak cukup! Selalu ada pelajaran gratis juga di setiap hal: everything also happens/ed for a lesson.

“Ah. Bacot lu” as you may say right now.
Terserah aja sih. Sudah dulu, gw laper banget.

Investasi Kegagalan
Barusan gw beli makan dan memutuskan untuk menikmati makan malam gw sambil duduk di depan TV melihat Tukul Arwana di acara Just Alvin (Metro TV). Well, just to be honest, I’m not really into this guy (Tukul). Tapi ada dua kata yang secara spontan dia ucapkan dan berhasil buat gw kepikiran: investasi kegagalan. Pas banget momennya dimana gw lagi teringat kegagalan-kegagalan gw tahun ini hadir pula istilah “investasi kegagalan”.

Dalam investasi pasti ada skema dan goals. Twist-nya, kenapa justru kegagalan yang masuk ke dalam skema dan mempengaruhi goals? Mungkin karena pada dasarnya semua ini adalah pelajaran. Gagal dan berhasil, semua adalah investasi. Skema kehidupan kita, apapun itu tujuannya (goals), ya tergantung kita mau belajar atau tidak.

Setahun yang lalu
Ya, sekarang gw ingat. Setahun yang lalu gw mau jadi Leo yang lebih baik. “Better Man” kata Pearl Jam.

Dan inilah gw sekarang, hasil akhir dari segala hal yang gw lalui setahun ini. Hasil bentukan karena berinteraksi dengan kalian yang selama ini ada di hidup gw, dan segala parameter hal yang ada di dalamnya. Menurut gw, Leo yang sekarang (saat ini, detik ini) sudah lebih baik dari Leo yang setahun lalu.

Gw belajar, percaya, dan belajar untuk percaya, untuk bisa jauh lebih baik lagi tahun depan. Masih pekerjaan rumah yang sama ternyata yaaa :)

Sekarang dan sampai nanti
Ohiyah, sebagai penutup, gw mau bilang terima kasih buat kalian semua. Ga bisa gw sebut semuanya disini. Terima kasih karena sudah ada di tahun ini dan membuat gw seperti ini. See you around, guys!

This is mine, my story, even though it is way too short to recap the whole year but it really does represents them. I’ll consider to write some more detail on my personal blog. So, people, what about yours?

Standard
life

Restart

I can’t recall myself to what happened this year. The most chaotic year in my entire life, so far. Not to mention that I moved from three separate jobs, having crisis storm on both idea and creativity, lost someone that use to be very precious to me, and broke financially. Phew!

I always believe that I’m a good man. I did good things, for people. Believe it or not. That’s why I can’t believe I’ll end up like this.

I tried to believe, that, everything happens/happened for both reasons and lessons. I guess I just too stupid to learn from my own fault. So, I guess that’s the lesson that I earned most: hard for me to learn my own fault.

I’ll try to fix this. I know I could do this. I should. For a better me.

x

Standard