life

Saham

Apa itu saham?

Saham adalah bukti kepemilikan atas sebuah perusahaan.

Kenapa butuh saham?

Misalnya usaha Toni berencana untuk ekspansi dan butuh 100 juta rupiah. Apa saja pilihan yang dimiliki Toni untuk mendapatkan modal (capital)?

Ada tiga:

  1. uang sendiri, yang sifatnya terbatas
  2. pinjaman, yang memiliki bunga
  3. menjual kepemilikan perusahaan atau saham / stocks kepada investors

Kepemilikan atas perusahaan atau stocks pertama kali dirilis oleh VoC — sebuah perusahaan yang ekspansi bisnis dilakukan di Indonesia selama ratusan tahun.

Lalu apa keuntungan yang dijanjikan kepada investor?

  1. Capital Gain atau disebut juga cuan
  2. deviden
Continue reading
Standard
life

Pil Pahit Bernama Kompromi

Perusahaan adalah organisasi yang melakukan usaha. Usaha tersebut bisa bertujuan untuk mendapatkan keuntungan (profit oriented) atau tidak (nirlaba). Terlepas dari tujuannya, perusahaan butuh resource untuk dapat beroperasi. Resource itu sendiri terdiri dari waktu, uang, dan manusia. Resource, apapun wujudnya, sifatnya terbatas. Ini semacam gravitasi; aturan main alam semesta. Oleh karena itu, perusahaan selalu dibatasi sumber daya.

Keterbatasan sumber daya memunculkan prioritas. Prioritas akan tampak dari pekerjaan yang dipilih untuk dikerjakan –terlepas suka atau tidak– karena menyangkut kelangsungan hidup perusahaan tersebut. Keterbatasan sumber daya memaksa perusahaan melakukan pekerjaan prioritas yang dampaknya terkadang merugikan –termasuk merugikan masyarakat di dalam perusahaan itu sendiri– semata-mata demi keberlangsungan hidup perusahaan. Hal ini perlu dicatat dan dipahami dengan baik.

Keterbatasan sumber daya yang mengancam keberlangsungan perusahaan lah yang menjadi motivasi utama terjadinya PHK massal. Oleh karena itu prioritas yang dibuat harus memiliki dampak signifikan terhadap perusahaan seberapa pun pahitnya keputusan tersebut.

Continue reading
Standard
life, shots, story, travel

Tujuh

Maret atau April tahun 2016 lalu aku dan tim ku sekantor bepergian ke Lombok dan sempat menghabiskan satu hari di Gili Trawangan.

Setelah kembali Jakarta dan mendekati libur lebaran aku kepikiran untuk kembali ke Gili Trawangan. Karena penasaran ingin bermalam disana, coba diving, dan sebagainya yang tidak sempat dicoba sebelumnya.

Ketika browsing mencari informasi penginapan, entah bagaimana tiba-tiba aku  terdampar di sebuah blog perempuan asing berumur 40-an yang berisikan catatan perjalanannya mendaki Gunung Agung di Bali.

Aku bahkan sudah tidak ingat alamat situs perempuan tersebut. Yang kuingat adalah pendakian tersebut merupakan pendakian pertamanya dan beberapa karakter perempuan tersebut merupakan karakterku juga (ketika itu); mengatakan tidak pada banyak hal dan kebanyakan rasa takut.

Singkatnya, pendakian dia sukses. Oh, dia mendaki berdua dengan teman perempuannya dan ditemani guide — yang kata si perempuan tersebut berjalan sangat cepat dan cenderung meninggalkan mereka sepanjang pendakian.

Aku ingat betul reaksiku setelah membaca catatan perjalanan tersebut: kalau perempuan tersebut saja bisa maka aku pun bisa.

Seketika itu juga aku lupa semua motivasi ingin liburan ke Gilis.

Jadi, pada Mei 2016 lalu aku melakukan pendakian pertama kali dalam hidup di Gunung Agung, Bali. Meskipun tidak mencapai puncak utama tapi merupakan pengalaman yang tidak bisa dilupakan.

Sekarang, April 2017, total sudah 6 gunung yang pernah ku daki:

  • Gunung Agung, Bali
  • Gunung Papandayan, Garut
  • Gunung Prau, Dataran Tinggi Dieng
  • Gunung Merbabu, Boyolali, Solo
  • Gunung Slamet, Tegal – Purwokerto, dan
  • Gunung Pusuk Buhit di Samosir, Sumatera Utara

Dan akhir pekan lalu, April 21-23 2017, aku baru saja mendaki Gunung Slamet untuk kedua kalinya.

Jadi dalam setahun terakhir aku berubah dari orang yang tidak pernah kepikiran untuk naik gunung menjadi pecandu berat. Tujuh kali naik gunung dalam satu tahun. Dan gunung yang paling berat, sejauh ini, didaki dua kali. Haha.

Ada beberapa gunung lagi yang akan aku daki sebelum pensiun: Rinjani, Kerinci, dan Annapurna basecamp. Setelah itu mungkin cari kecanduan baru lagi.

Di puncak Gunung Slamet, untuk kedua kalinya.

Di puncak Gunung Slamet, untuk kedua kalinya.

Standard

Gunung Prau, Dieng, Oktober 2016

Gunung Prau, Dieng, Oktober 2016

life, travel

Gunung Prau, Dieng

Image
random

Indera

segala aspek yang melibatkan penggunaan indera bisa kita gunakan untuk memunculkan kembali episode-episode di masa lalu.

gw ingat betul pernah kenal dengan seorang perempuan melalui IRC, dan ternyata dia tinggal di dekat kos semasa kuliah di Baranangsiang, Bogor. suatu kali dia pernah main ke kos dan membawa USB berisikan album Saosin.

satu dekade kemudian gw masih dengar lagu di album tersebut dan tiap kali lagu-lagu tersebut terdengar gw ga bisa menghindari episode ketika gw diekspose ke band bernama Saosin oleh perempuan yang gw kenal melalui IRC dan ternyata tinggal di dekat kos.

selain pendengaran, penglihatan jg bisa memicu episode tersebut muncul ke permukaan. browsing foto di instagram, dan melihat foto lama, misalnya, bisa langsung muncul adegan yang menceritakan kenapa foto itu bisa diambil, dengan siapa saat foto itu diambil, bagaimana situasinya, bagaimana perasaan saat itu, kenapa kita ada di sana, dan sebagainya.

indera menjadi jalur transportasi katalis (gambar, bau, suara) yang membantu menemukan kembali episode yang sudah lalu.

mungkin pernah juga kita mencium wangi seseorang dan kita jadi ingat betul segala hal tentang orang tersebut; apa yang membuat dia istimewa, apa yang membuat dia kecewa, apa yang bisa membuat dia bahagia, dan sebagainya

Standard