life

Warung Ini

Untuk kesekiankalinya gw makan disini, sebuah warung makan pinggir jalan yang kebetulan dekat rumah. Warung makan favorit yang rasa masakannya ga bisa diwakilkan tampilan warungnya yang begitu sederhana.

Pertemuan dengan warung ini unik. Berangkat dari kebiasaan gw menghindari warung makan yang dipenuhi orang pacaran –selera makan gw langsung buyar karena iri– muterlah gw cari warung makan yang sepi sampai akhirnya ketemu dengan warung ini. Belum berhenti disitu, setelah pesan dan cicip nasi goreng ayam-nya, langsung yakin deh bahwa warung inilah yang gw cari selama ini: sepi dan makanannya enak. Memang sudah seharusnya ada warung makan yang dibuat khusus untuk jomblo *lho*.

Tapi malam ini pengecualian deh. Semua sepi. Jalanan, sekeliling rumah, warung ini, semua dilanda sepi yang abnormal. Penduduk Jakarta yang mayoritas pendatang sepertinya pada mudik. Bukannya ga suka sepi, tapi kasihan juga kalau warungnya terlalu sepi dan jadi minim pembeli.

Yang bertugas masak bergantian. Kadang-kadang si bapak pemilik, atau anaknya yang pertama, atau yang kedua. Anaknya yang bungsu bertugas meladeni pembeli. Malam ini, entah kenapa hanya ada si bapak.

Usai pesan nasi goreng ayam dengan tambahan dadar terpisah, gw langsung sibuk dengan jejaring sosial di handphone. Tapi terganggu dengan sepi yang ada, akhirnya gw buka pembicaraan.

“Kalau di rumah, yang masak untuk keluarga, si bapak juga ya?” tanya gw

“Ya ngga’, mas. Yang masak di rumah ya tetap istri” jawabnya sambil sibuk mencampuradukkan bumbu masakan

“…”

“trus, masakan istri juga se-enak masakan bapak?” gw balas dengan penasaran

“Haha…” tawa si bapak dilanjutkan dengan jeda panjang, karena memprioritaskan masakan

“…ya enak-ga-enak tetap dinikmati, mas. lha namanya juga masakan istri.” lanjutnya

Tawa pun tak bisa gw elakkan. Gw membayangkan bagaimana orang yang masakannya begitu enak memakan makanan yang so-so.

“Lha saya kalau lagi kerja, makannya juga di warteg mas. Menunya ya itu-itu juga, yang sayur bening lah, standarnya warteg lah”

Makin shock lah gw. Haha. Lha gw demennya masakan si bapak, dia malah demennya makan di warteg.

“Serius pak?” tanya gw tak percaya

“Bosen mas ngecium asap dapur yang begini terus.” tandasnya

Sebenarnya sudah ada beberapa pertanyaan lanjutan. Tapi sengaja gw menahan diri. Ngobrol sambil makan kayaknya lebih asik. Gw hanya tertawa kecil. Lalu sibuk lagi dengan jejaring sosial di hp.

Setelah pesanan gw selesai dimasak, dan gw mulai makan. Gw lanjutkan pertanyaan gw.

“Selain buka usaha disini, emang bapak kerja dimana?”

“Perusahaan katering, mas. Di sekitaran Blok A.”
“Justru kalau di katering saya ga masak, mas. Cuma ngurus bumbu, sama merhatiin masakan”

Semacam chief mungkin ya.

“Saya juga banyak sampingan lah, mas. Misalnya ada acara, banyak juga yang pesen ke saya” timpal si bapak, sambil duduk bersandarkan pintu warung.

“Kemarin saya diajak kerja, sama orang Bogor. Dia berani sediain rumah dan sebagainya. Tapi pas saya minta gaji 15 juta, dia bilang ga bisa”

“Lha lebih enak disini lah, mas. Kerja masih bisa sampingan dan jalanin warung.” sambungnya sambil terkekeh.

“Emang, di perusahaan yang sekarang gaji bapak berapa?” tanyaku tanpa basa-basi

“Yang sekarang 7.5 juta, mas. Tapi saya betah karena ya itu tadi. Masih bisa sampingan dan jalanin warung.” jawab si bapak, tanpa ada kelihatan usaha berbohong.

Sisa pembicaraan kami berputar ke motor vixion ku. Ternyata si bapak pernah punya vixion.

Nasi goreng ayam dengan dadar extra, gw bayar dengan uang dua puluh ribuan. Sebenernya cukup aneh. Terakhir aku makan disini, dengan menu yang sama, harganya dua puluh ribu. Tapi malam ini malah lima belas ribu. Berhubung sepi, si bapak ternyata tak punya kembali lima ribuan. Akhirnya gw bilang saja bahwa kembaliannya bisa belakangan.

Standard

2 thoughts on “Warung Ini

  1. Entah kenapa gw justru terfokus lama di bagian :
    “…ya enak-ga-enak tetap dinikmati, mas. lha namanya juga masakan istri.”
    Langsung diem dan berdoa semoga dapet suami yang bisa sebersyukur itu sama istrinya..heheu.. :mrgreen:

    btw..gw tau ini sangat telat..tapi bulan agustus belum berakhir dan gw masih punya kesempatan kan buat bilang Happy birthday Leoo….Smoga sukses dan bahagia selalu..dan dilancarkan smua urusan lw..aamiin.. :) *sodorinKado*

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.