lesson learned, life

Yayasan Permata Hati Bogor

Updated: semua informasi lebih lanjut tentang isu ini bisa dibaca di http://saveorphan.dagdigdug.com

Melahirkan di Panti Asuhan
Sebagian besar calon ibu yang melahirkan di panti asuhan adalah mereka yang memutuskan untuk tidak membesarkan calon anak mereka. Keputusan yang mereka ambil bisa berasal dari banyak hal, misalnya masalah keluarga, tekanan sosial, dan ekonomi.

Ada contoh kasus dimana seorang perempuan yang baru menjalani hamil dua bulan datang ke panti asuhan, dengan niat menyerahkan tanggungjawab perawatan calon bayinya ke pihak panti asuhan. Kita bisa simpulkan bahwa calon ibu tersebut berada dalam situasi dimana mereka merasa tidak ada orang lain yang bisa mereka andalkan. Dengan datang ke panti asuhan, justru kehamilan dirinya dimonitor dengan baik. Karena seperti kita tahu, kualitas calon bayi dipengaruhi kualitas hidup si calon ibu selama masa kehamilan.

Yayasan Permata Hati diduga Perdagangkan Bayi
Semua bermula dari keputusan seorang calon Ibu untuk melahirkan di panti asuhan. Dia mengaku tidak mampu membiayai proses persalinan, serta biaya merawat si calon bayi. Oleh karena itu dia memutuskan untuk melahirkan bayinya di panti asuhan serta menyerahkan/menitipkan calon bayinya untuk dirawat oleh panti asuhan.

Dua minggu setelah proses melahirkan, yang dilakukan melalui operasi caesar, si Ibu berubah pikiran dan memutuskan untuk membawa pulang bayinya. Akan tetapi pihak panti asuhan mempertanyakan kemampuan si ibu, karena sebelumnya si ibu menyatakan tidak mampu untuk membiayai perawatan si bayi.

Berdasarkan pernyataan terbarunya bahwa dia akan merawat dan membesarkan bayinya, pihak panti asuhan meminta si ibu untuk menutupi biaya persalinan sebesar sepuluh juta rupiah. Namun, si Ibu menolak untuk mengganti biaya persalinan tersebut.

Kenapa angka 10 juta bisa muncul?
Selain biaya persalinan yang memang harus ditimpakan ke si ibu karena keputusannya berubah, panti ingin memastikan bahwa si ibu memang memiliki keputusan yang solid, dan kemampuan untuk membesarkan bayinya. Panti juga memberi prasyarat agar bayinya menjadi tanggungjawab keluarga besar si ibu.

Belakangan si ibu melaporkan hal ini ke KPAI. Karena adanya parameter ‘uang senilai 10 juta rupiah’ pada isi laporan ke KPAI, muncul opini yang menilai bahwa pihak panti asuhan melakukan tindakan penjualan anak.

Efek dari opini yang muncul?

  • Seperti yang dikabarkan Antara News di Yayasan Permata Hati Diduga Perdagangkan Bayi”, aktivitas di panti ini dihentikan.
  • Masyarakat yang sebelumnya dengan sukarela memberi bantuan kepada panti asuhan tersebut melalui rekomendasi volunteer, mulai menyalahkan volunteers karena mereka merasa memberi bantuan ke panti asuhan yang salah. Semata-mata karena informasi yang tersebar saat ini.

Suatu masalah yang masih didalam konteks ‘diduga’, bisa menghasilkan kondisi sedemikian rupa. Tidak ada yang berusaha untuk memverifikasi informasi yang dimiliki.

Detailnya menunggu dari pihak volunteer yang akan memberi kesaksian.

Kondisi sesungguhnya di panti asuhan Yayasan Permata Hati
Menunggu detail dari volunteers.

Kenapa?
Kenapa saya merasa perlu untuk menyerukan ini? Saat ini saya tinggal dengan seorang volunteer, sekaligus kakak asuh, di panti asuhan yang dikelola Yayasan Permata Hati ini. Saya menyaksikan sendiri bagaimana mereka ini begitu perduli dan sayang kepada adik-adik asuh mereka.

Gw dengar, gw lihat, dan gw percaya apa yang dikatakan dia. Gw membantu dan mendukung mereka untuk menyuarakan keadaan yang sesungguhnya. Karena gw merasa informasi yang berkembang di media kurang lengkap.

Bantu kami menyelamatkan panti asuhan Yayasan Permata Hati beserta adik-adik tak bersalah disitu.

Standard

7 thoughts on “Yayasan Permata Hati Bogor

  1. Amel says:

    Sorry nih ye… bukan gw mau menyangsikan ketulusan hati teman-teman yang peduli pada yayasan permata hati. Tapi gw sebagai orang awam yg membaca blog ini merasa ceritanya kurang lengkap karena ga ada bukti dari semua cerita di atas. menurut gw lebih baik kalau diposting juga bukti dan breakdown dari pengeluaran 10 juta di atas yg menjadi akar dari masalah ini. soalnya kalau ga ada buktinya memang terkesan panti asuhan itu mau melepas anak itu dengan imbalan uang 10 juta. akan tambah lebih baik lagi kalau surat perjanjian antara si ibu dan panti asuhan saat kandungan si ibu berusia 2 bulan.

    • Amel says:

      Eh maaf ada yang kurang… maksud gw “akan tambah lebih baik lagi kalau surat perjanjian antara si ibu dan panti asuhan saat kandungan si ibu berusia 2 bulan juga diposting”

    • leonardo says:

      Terima kasih atas masukannya, mba.

      Kami sedang mengusahakan untuk mendapat bukti yang dapat memperkuat argumen kami. Tapi, fokus volunteers masih ke adik-adik asuh mereka.

      Secepat mungkin akan kami update, ketika bukti-bukti tersebut sudah ditangan kami.

    • leonardo says:

      Maaf bu/pak, saya tidak tahu regulasi dari pemerintah seperti apa. Kalau tidak salah hanya ada satu institusi pemerintah yang menangani hal adopsi anak. Mungkin ibu/bapak bisa coba mulai dengan menghubungi Departemen Sosial.

      Maaf tidak bisa banyak membantu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.