Monthly Archive for October, 2011

Yeah!

Random sekali. Tapi gw (dan gw yakin jutaan orang lain juga) suka banget sama foto di atas.

Baru sampai rumah. Exhausted. Tanpa direncanakan, malam tadi malah ikutan main futsal bareng teman-teman eks kantor. Tersadar bahwa terakhir kali main bola itu pas kuliah….4 tahun yang lalu. -_-

Siap siap drop deh gw.

Hari Blogger 2011

Gw kenal blog sejak SMU, diantara 2003 ke 2004. Waktu itu masih sebatas silent-reader (sekarang juga sih). Masa itu, di Indonesia, blogging itu booming sekali. Bahkan ada komunitas bernama blogbugs yang sampai masuk harian Kompas. Belakangan, di 2008, gw malah ketemu langsung dengan founder blogbugs. Haha.

Kok malah melenceng sih…

Anyway. Sejak kuliah-lah gw baru mulai nge-blog dengan rutin. Segala hal yang memorable, pasti gw tulis di blog. Sampai yang mesum-mesum juga ada! Sayangnya blog gw itu sifatnya lokal; hanya terpasang di komputer sendiri karena waktu itu belum ada yang namanya modem wireless buat internetan di kost.

Apesnya adalah harddisk tempat menyimpan data blog tersebut rusak. Gw lupa alasan rusaknya apa. Yang pasti semua data gw semasa kuliah juga ada di harddisk bernasib naas tersebut.

Ohiyah. Dulu gw juga punya blog yang isinya adalah duet gw dan temen baik gw, si Teguh. Nama domainnya sadis banget: brokenhurt.org — alahmak!

Brokenhurt bertahan selama setahun lebih. Dan dari situ kita kenal dengan banyak anak muda blogger lainnya, hasil blogwalking.

Kalau pada iseng. Coba aja deh cek archive.org, mungkin masih ada tuh cache-nya brokenhurt. Tapi asli deh ga penting banget.

Fast forward ke 2007, gw memulai blog yang static (hosted di blogsome.com dan masih ada sampai saat ini). Blog yang ini, memalukan sekali isinya. Gw aja yang nulis semua sendiri merasa malu kalau pas iseng ngebaca blog tersebut. Tapi mungkin disitu poinnya. Kita bisa melihat diri kita beberapa tahun lalu. Semacam refleksi diri. Dan sadar bahwa kita….norak!

Setelah blog ‘static’, gw dapet kesempatan emas untuk beli domain yang sesuai dengan marga gw: situmorang. Senangnya bukan main. Dari situ mulai deh blog ini.

Well. Cuma di blog-lah kita bisa nyampah sesuka hati. Komentar itu bonus doang. Meskipun makin kesini makin minim tulisan, tapi gw tetap kok suka baca blog orang dan nulis di draft.

Ah. Semakin ga jelas. Apapun lah itu. Selamat Hari Blogger Nasional 2011.

Rebel

Dalam banyak kesempatan menghadapi konflik, saya punya kecenderungan untuk diam dan mundur. Saya malas debat kusir tiada akhir. Tidak akan ada solusi disitu. Toh, konflik muncul karena pada dasarnya tiap orang punya agenda masing-masing.

Saya tentu saja bisa salah. Dan, kalau salah, saya pastikan bisa menerima koreksi. Hanya saja, tolong berikan koreksi yang masuk akal. Bukan sejumlah argumen yang dibuat atas dasar subyektifitas dan susah dibuktikan.

Kita berada dalam lingkungan orang-orang teknis yang berpikiran logis. Konflik sebaiknya diselesaikan dengan logik bukan politik.

Reaksi ada karena aksi.

Saya akui bahwa saya adalah pemberontak. Dan saya yakin naluri pemberontak ada pada tiap orang. Yang membedakan hanyalah cara mengekspresikannya dan sejauh mana kita berani memperjuangkan hal yang kita yakini — dengan segala konsekuensinya.

Pemberontakan punya alasan. Punya dasar. Dan perlu digarisbawahi, pemberontakan versi saya bukan semata-mata agar segala hal diwujudkan dengan cara saya. BIG NO. Kalau saya cuma mau memuaskan keinginan sendiri, apa bedanya dengan masturbasi?

Saya idealis tapi realistis.

Terlepas dari itu, tak terasa sudah tujuh bulan saya bergabung di tim pengembang. Dan selama itu, suka atau tidak, kita saling mengobservasi satu sama lain. Saling mendegarkan pujian dan keluhan. Saling merekam aksi dan reaksi. Dan mencatat semuanya menjadi poin-poin penilaian, demi objektifitas.

Dan, pada akhirnya, tanggal 20 nanti adalah hari terakhir saya disini. Pemberontakan saya gagal total. Karena tampaknya hanya saya yang gaya pemberontakannya ekspresif.

Sebagai penutup. Pemberontakan saya jadi terkesan culun di atas kertas. Tulisan ini bukan dibuat untuk diskredit siapapun. Semua hal yang layak saya kenang, layak dibuatkan blog post.

Cheers without beers,
Leonardo (Oct 12 2011)

Leadership vs Leadershit

People don’t buy what you do; they buy why you do it.

Below is a TED’s I favour the most. Can’t recall how many times I’ve been share this over and over again since the first time I saw it.

Question is: how do people manage to work only for paycheck? -_-