life, technology

Dompet, handphone, flashdisk

Dompet, handphone, dan flashdisk adalah tiga hal utama yang menurut gw vital sehingga harus dibawa sebelum gw pergi keluar rumah menuju kantor. Kalau mau sedikit memperhatikan, ternyata ketiga hal ini mempunyai keterkaitan yang berawal dari dompet. Dipersempit ke pengetahuan gw, berikut ini gw sajikan ulasan mengenai dompet, handphone, dan flashdisk, plus sebuah kesimpulan yang mungkin sedang terjadi di masa ini.

Dompet
Lembaran uang kertas, Kartu Tanda Pengenal (KTP), beberapa kartu nama untuk keperluan bisnis, serta catatan-catatan dalam bentuk kertas menjadi penghuni tetap sebuah dompet di masa-keemasan-nya dulu. Gw ingat betul, sewaktu gw SD-SMP (90-an), kalau diperhatikan dompet bapak atau ibu gw pasti isinya seputar hal yang tadi gw sebutkan di depan.

Handphone
Benda yang satu ini fenomenal. Sempat menjadi sebuah identitas penanda strata sosial hanya dengan memilikinya. Kalau saja pada ingat bahwa saat itu nomor perdana sendiri bisa mencapai nominal 500 ribu rupiah! Itu baru nomor, belum pulsa dan mahalnya biaya komunikasi. Fenomena ini terjadi pada awal dekade lalu.

Flashdisk
Tugas kuliah yang menumpuk yang harus segera dikirim ke email dosen bersangkutan, memaksa kami harus memiliki benda yang satu ini untuk membawa data-data dari kos ke warnet terdekat. Flashdisk dengan (terkadang) aman dan (terkadang) nyaman menyimpan data-data kita, memberi portabilitas yang kita butuhkan. Gw ingat betul, di 2005, harus merogoh kocek 500 ribuan untuk mendapatkan flashdisk dengan kapasitas 512MB. Haha, harga memang ga pernah bohong. Flashdisk itu tetap ada sampai detik ini.

Korelasi
So, dimana keterkaitan handphone dan flashdisk dengan dompet? Di awal sekali, dompet mendominasi semua kategori:

Dompet

  • Identitas: Kartu Tanda Pengenal
  • Transaksi: uang, kartu kredit, kartu debit
  • Komunikasi: kartu nama, kartu telepon, dan
  • Data: catatan-catatan di kertas

Seiring makin membludaknya umat manusia, perkembangan sektor trasportasi semakin pesat dan berbanding lurus dengan kecepatan penyebaran manusia. Hadirlah teknologi komunikasi selular: handphone. Perlahan tapi pasti teknologi ini mematikan layanan telepon umum koin dan kartu. Pada rentang waktu ini:

Dompet

  • Identitas
  • Transaksi
  • Data

Handphone 1G

  • Komunikasi

Teknologi komunikasi berkembang dengan baik dan pesat. Data digital yang dibutuhkan komputer dapat ditransmisikan melalui medium analog, tentunya dengan modem (modulator demodulator). Tugas-tugas kuliah yang tadinya dalam format kertas beralih sudah ke format digital. Hal ini tidak terlepas dari otomasi yang dijanjikan aplikasi komputer yang juga mengubah perilaku manusia dalam melakukan pengecekan manual terhadap berkas-berkas data.

Semua serba cepat dan tepat. Korbannya ya kita mahasiswa, yang diminta untuk mengirimkan tugas dalam format digital ke email dosen tiap minggunya. Disinilah flashdisk jatuh sebagai pilihan media yang efektif dan tepat untuk membawa data dari kos ke warnet. Di rentang waktu ini:

Dompet

  • Identitas
  • Transaksi
  • Data

Handphone 2G

  • Komunikasi
  • Data

Flashdisk

  • Data

Nah, sekarang bagian paling menarik: saat ini. Masa dimana semua semakin cepat dan semrawut, seakan menuju chaos. Transportasi, komunikasi, dan transaksi, semua semakin cepat dan tepat (terlepas dari galat yang ada).

Semakin cepat dan tepat, bukan berarti kita semakin dekat. Tren yang terjadi, kita membawa sosialisasi ke arena komunikasi digital. Gw sempat tertawa ketika membaca sebuah postingan twitter seorang teman dekat disebuah acara tahun-baruan, dimana beberapa anggota keluarga-nya (yang, mungkin, ketemu-nya sekali setahun) sibuk dengan handphone dan blackberry masing-masing. Aneh? Tidak untuk masa ini. Sosialisasi 2.0, kata seorang blogger nasional. De-sosialisasi sosialisasi, kata gw.

Aha. Tentu pernah juga mendengar istilah mobile banking/online banking/internet banking? Sebuah layanan dari bank yang memungkinkan kita melakukan transaksi hanya dengan menggunakan handphone dan mobile devices pada umumnya? Well, the list can goes on and on. I guess I’ll put the stop mark here.

Pada masa ini:

Dompet

  • Identitas
  • Transaksi

Handphone 3G

  • Komunikasi
  • Data
  • Sosialisasi
  • Hiburan
  • Transaksi

Flashdisk

  • Data

Notebook, Netbook, Smart Phone:

  • Komunikasi
  • Data
  • Sosialisasi
  • Hiburan
  • Transaksi
  • Navigasi

Kesimpulan
Dari apa yang gw perhatikan dan gw rasakan, semua kategori di atas akan bergeser ke sebuah benda yang disebut Smart Mobile Devices yang di-cikal-bakali oleh Smart Phone (e.g.: iphone, dan android-ready devices). Kategori, fungsionalitas, atau fasilitas yang gw sebutkan di atas, hanya bagian kecil dari banyak hal yang bisa dipaketkan di Smart Mobile Devices.

Smart Mobile Devices ini hanya platform. Aplikasi yang ada di atas platform ini yang akan membawa kita ke sebuah tren (baca: kemungkinan) tak terduga. Life 2.0, perhaps.

Dan semuanya bermula dari dompet? Entahlah :)

Standard

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code class="" title="" data-url=""> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong> <pre class="" title="" data-url=""> <span class="" title="" data-url="">